Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kita Bentuk Bangsa yang Berkarakter

16 JAN 2018, 610 x dibaca

Disnakertrans, Yogyakarta.-“Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kita Bentuk Bangsa yang Berkarakter." Hal tersebut dikatakan Kadisnakertrans DIY, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dalam pembacaan sambutan Menteri Tenaga Kerja pada Upacara peringatan bulan K3 Nasional sebagai tanda dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2018 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh tanah air setiap tanggal 12 Januari hingga 12 Februari 2018 di Kantor Disnakertrans DIY Jl. Ringroad Utara,Maguwoharjo, Depok, Sleman Selasa (16/1),.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Kadisnakertrans DIY, mengatakan pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur antara lain jalan tol, fasilitas kereta api, jembatan dan fasilitas transportasi lain baik udara, darat maupun laut serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

“Program pembangunan tersebut harus didukung oleh penerapan K3 agar pelaksanaannya jangan sampai menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja. Karena itu, perlu dilakukan upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja secara maksimal,” katanya.

Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun. Tahun 2015 terjadi kecelakaan kerjase banyak 110.285 kasus, sedangkan tahun 2016 sejumlah 105.182 kasus, sehingga mengalami penurunan sebanyak 4,6%. Sedangkan sampai Bulan Agustus tahun 2017 terdapat sebanyak 80.392 kasus.

Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sector atau pemegang kebijakan Nasional tentang K3, sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3. Pemerintah, pemerintah daerah, lembaga, masyarakat industri berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing untuk terus menerus melakukan berbagai upaya dibidang K3.

Apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman,nyaman, sehat, dan meningkatnya produktivitas kerja. pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing global.

Dalam sambutan yang dibacakannya,  Kadisnakertrans DIY mengajak, dan mendorong agar semua Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, para Cendikiawan, Perguruan Tinggi, organisasi profesi, asosiasi, pimpinan perusahaan,pekerja, masyarakat lain-lainnya, melakukan upaya-upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. Sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat kerja dan masyarakat umum di seluruh tanah air.

Pada acara tersebut, Kadisnakertrans DIY juga melakukan peluncuran aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan Daring/ Online milik Pemda DIY yang diberi nama “Malioboro”yang merupakan akronim dari Mekanisme Aplikasi Online Wajib Lapor Jogja, yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Aplikasi “Malioboro” sendiri merupakan suatu aplikasi yang berguna untuk mempermudah proses pelaporan kondisi ketenagakerjaan di suatu perusahaan sesuai amanat Undang-undang No. 1 Tahun1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan yang selama ini dilakukan secara manual. Vnd

Bagikan :