Mempertahankan Tren Positif Indek Pembangunan Ketenagakerjaan DIY

25 MEI 2018, 362 x dibaca

Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional memiliki 4 (empat) tujuan utama, yaitu: 

1. pendayagunaan seluruh angkatan kerja nasional dalam proses pembangunan nasional atau perekonomian; 

2. pemerataan kesempatan kerja di seluruh Indonesia; 

3. perlindungan tenaga kerja di seluruh Indonesia; dan 

4. kesejahteraan seluruh pekerja beserta keluarganya. 

Keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia dinilai dari tercapainya 4 (empat) tujuan tersebut. Pencapaian 4 (empat) tujuan pembangunan ketenagakerjaan tersebut harus selalu dimonitor dan dievaluasi secara berkesinambungan. Untuk itu, diperlukan suatu alat ukur yang sistematis, komprehensif, obyektif, akurat, relevan, dan andal untuk dapat dinilai seberapa dekat posisi Indonesia dengan 4 (empat) tujuan pembangunan ketenagakerjaan dimaksud. Angka indeks merupakan ukuran kuantitatif yang lazim digunakan di dunia untuk mengukur keberhasilan suatu pembangunan. Melalui angka indeks dapat diketahui area pembangunan mana saja yang sudah baik ataupun masih kurang baik. Untuk itu, angka indeks sangat akurat digunakan dalam mengukur keberhasilan pencapaian 4 (empat) tujuan pembangunan ketenagakerjaan.

Kementerian Ketenagakerjaan menggunakan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) untuk mengukur keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan nasional maupun di setiap daerah provinsi. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terdapat 9 (sembilan) indikator utama yang digunakan dalam pengukuran keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan. Hasil indeks pada setiap indikator utama memberikan informasi mengenai kinerja mesin-mesin pembangunan ketenagakerjaan, termasuk informasi mengenai berbagai permasalahan dan tantangan ketenagakerjaan yang harus segera diselesaikan sehingga dapat diformulasikan berbagai kebijakan, strategi, dan program pembangunan ketenagakerjaan yang tepat guna mendekatkan Indonesia pada 4 (empat) tujuan utama pembangunan ketenagakerjaan.

Dalam rangka melaksanakan Pengukuran Indek Ketenagakerjaan DIY Tahun 2018, Kemnaker RI  yang diwakili oleh Bp. Hadhi Raharja dan Bapak Dwi Hadianto dari Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan pada tanggal 24 Mei 2018  melaksanakan pengukuran Indek Ketenagakerjaan.

DI. Yogyakarta berturut turut sejak tahun 2013 selalu mendapatkan penilaian baik dalam pembangunan ketenagakerjaan 

Tahun 2014       Terbaik  Harapan 1

Tahun 2015       Terbaik ke 3

Tahun 2016       Terbaik ke 2

Tahun 2017        Terbaik ke 2 (Kategori Sedang)

Untuk itu diharapkan DIY dapat mempertahankan trend positif dengan mempertahankan yang sudah baik yaitu pada indikator penduduk dan Tenaga Kerja, Perencanaan, Pelatihan dan Kompetensi Kerja sedangkan untuk nilai yang harus diperbaiki adalah pada indikator lingkungan kerja dan produktivitas tenaga kerja, yang perlu menjadi prioritas dalam program ketenagakerjan.

Sekretaris Disnakertrans DIY Ibu Sriyati, sangat beerterimakasih atas kunjungan dari Tim, dan akan mengupayakan hal-hal yang belum maksimal untuk menjadi prioritas sehingga peringkat DIY bisa menjadi No. 1, meskipun untuk dapat mencapai itu tidak mudah karena harus lebih baik dari DKI Jakarta yang selalu menjadi peringkat Pertama dalam Pengukuran IPK.

(DS Program/2018)


Bagikan :