Daftar Berita

Pencarian : Tahun Data :
Menampilkan data ke 61 s/d 70 dari total 477 data.
Peringatan Keistimewaan DIY di Disnakertrans DIY
Tiap tanggal 31 Agustus, diperingati Hari Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peringatan tersebut didasarkan pada tanggal ditetapkannya Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Berkenaan dengan hal tersebut, seluruh pegawai Pemerintah Daerah DIY diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat Jawa. Bagi pegawai pria, pakaian adat Jawa yang dikenakan berupa surjan dengan motif lurik, kain jarik berwiru, blangkon, selop, dan dilengkapi keris. Sedangkan pegawai wanita mengenakan baju kebaya tangkepan, kain jarik berwiru, dan beralaskan kaki selop. Seluruh pakaian dan aksesori harus dalam gagrak Yogyakarta. Selain diperingati dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap, Keistimewaan DIY juga diperingati dengan apel pagi yang diikuti seluruh pegawai Disnakertrans DIY. Apel pagi yang diselenggarakan hari Kamis 31 Agustus 2017 berbeda dengan apel pagi yang setiap hari dilaksanakan, karena dilengkapi dengan acara potong tumpeng dan doa bersama. Usai apel pagi dan sebelum memulai aktivitas rutin kedinasan, pegawai menikmati nasi kuning tumpeng bersama-sama.(ryp/082017)
Rapat Koordinasi Perencanaan Tenaga Kerja Daerah Tahun 2017
Bidang Ketenagakerjaan selalu erat kaitannya dengan permasalahan pengangguran yang pada gilirannya akan menyentuh pada isu-isu sensitif seperti kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena krusialnya permasalahan ketenagakerjaan, maka perlu dibuat suatu formula yang mampu memetakan permasalahan ketenagakerjaan, sekaligus berusaha memproduksi solusi yang dapat menyelesaikan, atau paling tidak meminimalkan efek negatif yang timbul. Salah satu formula yang selama ini telah dipraktikkan ialah perencanaan tenaga kerja. Perencanaan tenaga kerja merupakan suatu proses penyusunan rencana bidang ketenagakerjaan yang dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dimana hasilnya akan dijadikan acuan dan dasar dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan. Sebagai rangkaian proses Perencanaan Tenaga Kerja Daerah (PTKD) tahun 2017, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY pada tanggal 29 s.d. 30 Agustus 2017 melaksanakan rapat koordinasi PTKD yang dihadiri perwakilan instansi lintas sektor dan kalangan akademisi. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk menyarikan masalah ketenagakerjaan khususnya pengangguran yang dikaitkan dengan permasalahan lintas sektor seperti pendidikan, perdagangan, pertanian, perdagangan, pekerjaan umum, perikanan, dan kebudayaan. Sedangkan, akademisi yang dihadirkan –berasal dari UGM dan UPN Yogyakarta— dimohon untuk memberikan input dengan sudut pandang teoritis akademik. Dari rapat koordinasi diketahui bahwa untuk mensukseskan usaha mengurangi angka pengangguran tidak dapat hanya mengandalkan peran Disnakertrans DIY, tetapi menuntut peran serta dari seluruh instansi lintas sektor terkait. Hal tersebut disebabkan oleh kompleksnya permasalahan ketenagakerjaan, sehingga sinergi diperlukan dari masing-masing instansi, supaya bidang yang menjadi kewenangannya dapat dioptimalkan. Sehingga, tiap-tiap sektor dapat berpartisipasi secara aktif dalam usaha penurunan angka pengangguran. Akademisi menambahkan, proses perencanaan tenaga kerja selain memerlukan kerja sama produktif lintas sektor, juga memerlukan suatu kebijakan kependudukan yang terintegrasi. Karena, proses pengambilan kebijakan dalam level manapun dari bidang apapun tidak bisa tidak akan selalu membutuhkan data-data bidang kependudukan yang komprehensif. Kemudian dinyatakan, agar proses PTKD DIY diharap memperhatikan fenomena bonus demografi yang sejak tahun 2012 sampai dengan 2030 akan dialami oleh DIY. Bonus demografi apabila dimasukkan dalam variabel pengambilan kebijakan terkait bidang ketenagakerjaan, niscaya dapat menambah angka probabilitas keberhasilan. (ryp/082017)
3 Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
HIPERKES DAN KK, - Kecelakaan kerja menurut Per 03/Men/1994 adalah kecelakaan berhubung dengan hubungan kerja , termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan biasa atau wajar dilalui. Upaya Pencegahan Kerja Bagi perusahaan disarankan untuk menekan semenimal mungkin terjadinya kecelakaan kerja, dengan cara meningkatkan dan menerapkan budaya K3 dengan baik dan tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan sosialisasi tentang pentingnya K3 serta melakukan pengujian lingkungan kerja dan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara berkala. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan fisik, audiometri, spirometri, visus, pemeriksaan laboratorium (urin, Hb, Kolinesterase, dll), dan kelelahan. Untuk itu Balai Hiperkes dan KK memberikan pelayanan bagi perusahaan untuk meningkatkan dan menerapkan budaya K3. (rrn/hiperkes&kk)
Peninjauan Lokasi Transmigrasi ke Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah
Kunjungan Kerja Wakil Gubernur DIY Peninjauan Lokasi Transmigrasi ke Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah pada kegiatan Penyelenggaraan transmigrasi dan pemberdayaan translok di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, dilaksanakan selama 3 (tiga) hari Hasil Kunjungan Kerja antara Lain : Lokasi Transmigrasi Kahingai yang merupakan calon lokasi penempatan transmigrasi tahun 2018. Kunjungan Lapangan ke Desa Kahingai Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau didampingi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau terdiri dari Kepala Seksi Pemukiman Kawasan Pembangunan : Suwandi, SIP, beserta rombongan; Pejabata Dinas PUPR, Bappeda dan Salpol PP Kabupaten Lamandau. Sesampai di Desa Kahingai disambut Camat Belantikan dan jajarannya, Kepala Desa Kahingai dan Jajarannya serta Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Warga Desa Kahingai.Terletak di Desa Kahingai Kecamatan Belantikan Raya Kab. Lamandau. Jarak tempuh dari Nanga Bulik sampai Desa Kahingai ditempuh 3 jam. Desa Kahingai merupakan salah satu dari 12 desa yang ada di kecamatan Belantikan Raya dengan jumlah penduduk 92 KK / 298 jiwa. Rencana penempatan transmigrasi tahun 2018 sebanyak 270 KK dengan 120 KK TPS (transmigran penduduk setempat) dan 150 KK TPA (transmigran daerah asal). Rencana lahan usaha sebesar 2 HA per KK. Lahan merupakan lahan basah/gambut namun potensi untuk dijadikan perkebunan sawit. Hal ini menjadi daya tarik bagi pemda DIY untuk dapat menempatkan transmigran asal DIY di Lokasi Kangihai tahun depan. Kondisi jalan cukup baik walaupun masih berupa jalan tanah sebagian. Untuk Tahun 2019 rencana akan ditempatkan 700 KK dengan sharing anggaran.  Dalam kunjungan lapangan menyempatkan berdialog dengan Lurah Kahingai dan penduduk setempat yang pada intinya mereka dapat menerima warga dari Jawa, dan berharap transmigran yang dikirim harus selektif sesuai yang dibutuhkan Desa Kahingai, misalnya yang memiliki ketrampilan Home Industri, Perbengkelan, Pertukangan khususnya Tukang Batu dll.
Upacara HUT RI Ke-72 di Disnakertrans DIY
Hari Kamis, 17 Agustus 2017, Bangsa Indonesia memasuki usia ke-72. Seluruh rakyat Indonesia bersuka cita menyambutnya. Berbagai perayaan dilaksanakan untuk menyemarakkan hari ulang tahun negeri kita tercinta. Tidak terkecuali Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang turut serta memperingati dengan melaksanakan upacara bendera yang tepat dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.30 WIB. Upacara diikuti oleh seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dua Unit Pelaksana Teknis Dinas yaitu Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas dan Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Seluruh petugas upacara menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar. Dalam upacara bendera tersebut, Bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membacakan sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutan yang diawali dengan sapaan “Warga Yogyakarta yang patriotik” itu, Bapak Gubernur menyinggung hal-hal aktual yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Bapak Gubernur DIY memulainya dengan membahas alur kelahiran Pancasila sebagai landasan ideologi Indonesia. Kemudian, berlanjut tentang tema perayaan HUT RI Ke-72 yaitu Indonesia Kerja Bersama yang berfilosofi agar seluruh rakyat Indonesia kembali menguatkan gotong royong sebagai budaya luhur bangsa untuk menuju peradaban yang lebih baik. Karena dalam beberapa waktu belakangan ini Indonesia mengalami nuansa yang kurang harmonis yang disebabkan oleh gejolak politik, Bapak Gubernur pun mengharap agar suasana guyub rukun terus dihidupkan, sehingga permasalahan bangsa dapat segera diselesaikan secara bersama-sama. Upacara bendera diharapkan bukan hanya sekadar acara seremonial semata. Namun harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kecintaan dan rasa nasionalisme terhadap tanah air. (ryp/082017)
Kemnaker Segera Siapkan Grand Design Kompetensi Tenaga Kerja
Jakarta-Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di masa depan, Kementerian Ketengakerjan segera menyiapkan grand design penyiapan kompetensi tenaga kerja yang massif. Penyiapan rencana induk kompetensi tenaga kerja tersebut diperlukan mengingat selama ini pertumbuhan ekonomi masih banyak bergantung dari sumber daya alam (SDA). "Masalah SDM itu sangat strategis dan kompleks. Untuk itulah perlu segera disiapkan grand design-nya agar ke depan tidak lagi bergantung kepada SDA, melainkan melalui sumberdaya atau ketrampilan SDM, " kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri seusai melakukan diskusi dengan praktisi dan akademisi di kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (3/8/2017). Ditegaskan Menaker Hanif, adanya grand design dalam waktu dekat karena ini berkait dengan alokasi sumber daya. Selama ini setiap pelatihan kerja, pihaknya memiliki kekurangan alokasi baik anggaran maupun sumber daya sebab selama ini alokasi pelatihan banyak terserap di sektor pendidikan. "Padahal pelatihan itu juga teramat penting memperlukan perhatian mengingat ada jutaan tenaga kerja yang masuk, " ujar Maneker Hanif. Menaker menegaskan pihaknya bersama akademisi dan praktisi sepakat perlu dibangunnya ekosistem yang baik untuk mendukung terciptanya grand design penyiapan kompetensi tenaga kerja. Seluruh stakeholder atau pemangku amanah di lingkungan Kemnaker yakni Pemda, BLK, industri maupun swasta harus bisa membangun ekosistem yang positif agar mampu berkompetisi dengan ekosistem yang dibangun oleh negara lain. "Kompetisi bukan hanya dari sisi pekerja, tapi juga ekosistem karena itu yang membentuk pekerja. Kami ingin ada kerjasama yang kuat antara Pemerintah dengan Pemda, swasta (Kadin), maupun stakeholder lain, " kata Menaker. Sementara Bob Azam (Kadin) menyambut positif pertemuan dengan Kemnaker dan praktisi. Bob menilai Menaker concern adanya grand design penyiapan kompetensi tenaga kerja agar seluruh pemangku amanah memililki kesepakatan kerjasama yang positif. Bob tak menepis adanya dua juta tenaga kerja yang masuk pasar tenaga kerja setiap tahunnya, namun hanya sekitar beberapa ratus ribu bisa ditangani dengan baik. "Bagaimana agar tenaga kerja yang masuk pasar kerja itu bisa disiapkan dengan baik, nah ini perlu grand design dan kerjasama semua stakeholder. Termasuk komitmen pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih untuk pelatihan tenagakerja, " ujarnya. Biro Humas Kemnaker Sumber : Berita www.kemnaker.go.id
Hiperkes dan Keselamatan Kerja DIY Upgrade ISO 9001 : 2015
HIPERKES DAN KK, - Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja DIY melaksanakan upgrade ISO 9001 : 2015 setelah melalui audit eksternal yang dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis 26-27 Juli 2017. ISO 9001 merupakan standarisasi ISO seri 9000 yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu. Pada tanggal 23 September 2015 ISO 9001 mengeluarkan versi terbaru dengan banyak perubahan yang signifikan dibanding versi sebelumnya ISO 9001:2008. Standar ISO ditinjau setiap lima tahun sekali dan tim yang berwenang akan melakukan revisi apabila diperlukan.Sehubungan dengan telah dipublikasi Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, maka Balai Hiperkes dan KK Yogyakarta berkomitmen untuk upgrade ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015. Untuk memastikan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Balai Hiperkes dan KK Yogyakarta bekerja sama dengan Trust Consultant baik proses training ISO 9001:2015 maupun konsultasinya.Pada Audit Upgrade ISO 9001:2015 Balai Hiperkes dan KK Yogyakarta, IAPMO Group Indonesia mengirimkan 1 (satu) orang Auditor Dewi Syafrita.Setelah selesai mengaudit bagian scope pelatihan dokter dan tata usaha di Balai Hiperkes dan KK Yogyakarta, maka Lead Auditor (Dewi Syafrita) menyampaikan hasil audit di closing meeting. Berdasarkan hasil audit tersebut, maka merekomendasikan Balai Hiperkes dan KK Yogyakarta sebagai Balai yang sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 .Pelaksanaan audit berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, Tim audit melakukan pemeriksaan dokumen prosedur dan kesesuaian implementasi prosedur yang telah ditetapkan dalam klausul ISO 9001 : 2015. Hasil audit yang disampaikan bahwa tidak ada kesalahan atau kelalaian prosedur yang bersifat mayor, sehingga Balai Hiperkes dan KK telah tersertifikasi ISO 9001 : 2015.(rrn/hiperkes) Pembukaan sebelum audit eksternal dilaksanakan Closing Meeting ISO 9001 : 2015 oleh Ibu Dewi Syafrita (Lead Auditor) dan Bapak Ir.Ismadi, MM (Kepala Balai Hiperkes dan KK)
PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) BLKPP DIY 2017
Kamis 27 Juli 2017, Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggaraan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2017. Dengan kejuruan antara lain : Juru Las SMAW 3G II, Perhotelan IV, Mekanik Junior Mobil, Salon Kecantikan I, English For The Office IV, Tata Rias I dan Custome Made Pakaian Wanita Anak II dengan kapasitas siswa sebanyak 16 orang ditiap kejuruan. Dasar dari Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2017 adalah Nomor : SP DIPA - 026.13.2.035636/2017, Tanggal 07 Desember 2016. Dengan tujuan memberikan keterampilan dan keahlian bagi peserta di berbagai kejuruan untuk mengisi lowongan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan produktif. Dan sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah terciptanya tenaga kerja yang memiliki etos kerja produktif sehingga mampu mengisi kesempatan kerja yang ada serta mampu bersaing dengan Tenaga Kerja. Program pelatihan keterampilan dilaksanakan selama 240 jam latihan atau 30 hari mulai tanggal 27 Juli 2017 sampai dengan 04 September 2017 dan On The Job Training (OJT) selama 30 hari untuk Sub. Kejuruan English For The Office IV, Salon Kecantikan I, Tata Rias I, Mekanik Junior Mobil, Custome Made Pakaian Wanita Anak II dan Untuk Sub. Kejuruan Perhotelan IV OJT Selama 6 Bulan. Untuk Sub. Kejuruan Juru Las SMAW 3G II dilaksanakan selama 360 jam latihan atau 45 hari mulai tanggal 27 Juli 2017 sampai dengan 22 September 2017 dan OJT selama 30 hari. Selama pelatihan peserta akan mendapatkan fasilitas belajar mengajar dan ruang kelas atau bengkel yang memadai. Selain itu mereka mendapatkan snack, serta pakaian kerja dan pakaian olahraga. Peserta pelatihan yang dapat menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus dalam ujian akhir akan mendapatkan sertifikat pelatihan keterampilan.(fe/tu/blkppdiy)
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengujian Lingkungan Balai Hiperkes di Kabupaten Gunung Kidul
HIPERKES DAN KK, - Balai Hiperkes dan KK melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengujan lingkungan kerja di 5 perusahaan kabupaten Gunung Kidul pada hari Selasa, 25 Juli 2017. Pemeriksaan kesehatan kerja meliputi spiro (untuk pemeriksaan fungsi paru), audio (untuk pemeriksaan ketajaman pendengaran), fisik (untuk pemeriksaan fisik secara umum), kelelahan (untuk pemeriksaan tingkat kelelahan kerja). Sedangkan pengujian lingkungan kerja meliputi, kebisingan, iklim, getaran, debu, dan pencahayaan.rrn/hiperkes Griya Coklat NglanggeranUD.Mutiara MeubleUD.Jatiwangi Meuble UD.Daun MudaBakpia 55555
BLKPP JOB FAIR 2017
Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini di Indonesia pada umumnya dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya menunjukkan peningkatan jumlah pengangguranyang cukup tinggi. Jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan daya serap perusahaan yang diharapkan dapat menampung mereka, apalagi ditunjang dengan adanya sistem birokrasi yang panjang dan membutuhkan waktu serta biaya cukup besar bagi kedua belah pihak. Pada umumnya pencari kerja dengan cara konvensional kesana kemari mencari lowongan pekerjaan yang pada akhirnya berbagai upaya pemasangan iklan koran, media elektronik dan sebagainya yang dilakukan perusahaan dengan biaya cukup besar. Dari kondisi tersebut timbullah ide mengadakan Job Fair maupun proses recruitmen sehingga dapat mempertemukan langsung antara perusahaan dengan calon pelamar kerja untuk mengadakan interaksi langsung melalui kemasan acara “BLKPP JOB FAIR 2017”. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan rekritmen tenaga kerja, menghemat waktu dan biaya, menemukan pada saat itu juga tenaga kerja yang dibutuhkan. Sedangkan bagi pelamar kerja dapat memilih perusahaan yang sesuai dengan keinginan dan latar belakang pendidikannya, dapat langsung memperoleh kepastian apakah lamarannya diterima ditolak atau masih di perlukan tes/wawancara lanjutan. Sasaran peserta selain Lulusan Pelatihan dari BLKPP DIY pelamar kerja adalah masyarakat umum lulusan SMA, SMK, Diploma, S1 dan S2 dari semua disiplin ilmu (fresh graduate maupun yang sudah memiliki referensi kerja). Perusahaan yang ingin berpartisipasi bisa berasal dari semua bidang (industri perhotelan dan kapal pesiar, marketing, manufactur, distribusi, teknik, jasa konsultan, lembaga pendidikan, perbankan, pertambangan dan sebagainya. BLKPP Job Fair 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 22 Agustus 2017 bertempat di Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. Kyai Mojo No. 5 Yogyakarta 55321. (fe/tu/blkppdiy)