Daftar Berita

Pencarian : Tahun Data :
Menampilkan data ke 81 s/d 90 dari total 452 data.
Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan/Instansi
Sebagai persyaratan yang harus dimiliki dokter yang bekerja di perusahaan sesuai dengan Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.1 Tahun 1976 yaitu kewajiban mengikuti latihan Hiperkes bagi dokter perusahaan. Dengan semakin banyaknya pertumbuhan industri dewasa ini, dibutuhkan banyak juga tenaga dokter perusahaan yang mana pada saat ini masih dirasa kurang dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu Balai Hiperkes dan KK Propinsi DIY mengadakan program Pelatihan bagi Dokter Perusahaan/Instansi, khususnya untuk wilayah Yogyakarta. Materi Program : 1. Kebijakan Hiperkes dan Keselamatan Kerja 2. Peraturan perundangan yang berkaitan dengan Hiperkes dan KK 3. Manajemen dan Organisasi Hiperkes dan KK di Perusahaan. 4. Fungsi dan Tugas Dokter di Perusahaan 5. Audit Hiperkes dan KK 6. Faktor Kimia di Lingkungan Kerja 7. Pencahayaan dan Iklim Kerja 8. Kebisingan dan Getaran 9. Keselamatan Kerja, Kecelakaan Kerja dan APD (Alat Pelindung Diri) 10. PAK (Penyakt Akibat Kerja), Diagnosis dan Pelaporannya 11. Promosi Kesehatan di Tempat Kerja 12. Program Rehabilitasi Kerja 13. Ergonomi dan Fisiologi 14. Psikologi Industri 15. Gizi Kerja 16. Sanitasi Industri dan Pengendalian Limbah Industri 17. Epidemiologi Hiperkes dan KK 18. Metodologi Penelitian 19. Perlingdungan Tenaga Kerja Wanita dan KK 20. Peranan dan Tugas Jamsostek dalam Perlindungan Tenaga Kerja 21. Peragaan Alat Pemantau Lingkungan 22. Kunjungan Perusahaan 23. Diskusi     Instruktur berasal dari instansi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Balai Hiperkes dan KK DIY, Fakultas Kedokteran UMY, Ikatan Profesi/Keahlian Hiperkes DIY, IDKI Cabang Yogyakarta, dan Jamsostek. Pelatihan bertempat di Balai Hiperkes dan KK DIY. Jl. Ireda No.38 Yogyakarta 55152, Telp/Fax. (0274) 371716. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Dra. Eko Nursanti 0813 2880 5316.
Penutupan Pelatihan MTU Menjahit Angkatan Pertama APBD 2017
Setelah tiga puluh lima hari melaksanakan pelatihan MTU (Mobile Training Unit) Menjahit di rumah Bapak Suwarto di dusun Tanjungkarang RT 27/28 Patalan Bantul Yogyakarta, pada hari Rabu (29/03) dilaksanakan Penutupan Pelatihan MTU Menjahit Angkatan Pertama APBD 2017. Acara penutupan tersebut digelar di rumah Bapak Suwarto Tanjungkarang Patalan Bantul Yogyakarta. Acara penutupan pelatihan MTU menjahit ini dihadiri oleh peserta pelatihan, koordinator, instruktur, ketua komisi D beserta timnya dan Kepala Seksi Pelatihan Kerja Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembawa acara oleh Ibu Sri Sunartiningsih yang merupakan ketua kelas pelatihan dan Kaur Kelurahan Patalan Bantul. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Bapak Muh. Yazid selaku Ketua Komisi D, sambutan dari kepala kelurahan desa Patalan Bapak R. Sudiharjo. Dilanjutkan dengan sambutan dan penutupan Pelatihan MTU Menjahit Angkatan Pertama APBD 2017 secara resmi oleh Ibu Risa Masruroh, SH, MM selaku Kepala Seksi Pelatihan Kerja Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta Pelatihan MTU Menjahit mendapatkan peralatan yang digunakan dalam proses pelatihan (toolkit), dengan adanya toolkit tersebut diharapkan menjadi alat yang nantinya dapat membantu para peserta dalam membuka usaha mandiri. (fe/tu/blkpp)
Pelatihan Hiperkes dan KK Bagi Paramedis Periode Bulan April
Pelatihan Hiperkes dan KK Bagi Paramedis Periode Bulan April Pelatihan Hiperkes Bagi Paramedis Perusahaan periode bulan April ini di Balai Hiperkes dan KK DIY bertujuan agar tenaga paramedis perusahaan yang telah mengikuti pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mereka dalam mengimplementasikan aspek dan nilai K3 selain dapat membantu organisasi perusahaan dalam melaksanakan program K3 khususnya dalam bidang hygiene perusahaan dan peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja. Hari pertama peserta mendapatkan materi pelatihan Peraturan perundang-undangan bidang Hiperkes dan Keselamatan Kerja yang disampaikan oleh Bapak VS. Wisnu Wibowo. Materi selanjutnya mengenai Ergonomi, Faal Kerja dan Program Rehabilitasi di Tempat Kerja oleh ibu Endang Siwi Ediningsih, ST., MM dan dilanjutkan Sistem Manajemen K3 dan P2K3 oleh Ibu Dra. Eko Nursanti. Kemudian ditambahkan mengenai Tanggap Darurat Kebakaran di Tempat Kerja oleh Bapak Wahyono S.Pd.(rrn/TU/Hiperkes&KK)
Balai Hiperkes dan KK Pertahankan Sertifikasi SNI ISO/IEC 17025:2008
Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja DIY berhasil mempertahankan SNI ISO/IEC 17025:2008 setelah melalui serangkaian audit surveillance pada hari Jumat, 31 Maret 2017. Sertifikasi dari lembaga asesmen Komite Akreditasi Nasional (KAN) merupakan tahun keempat atau survallance ketiga. Ketua auditor survallance, Bapak Hara I. Simarmata mengatakan bahwa Audit Survallance ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17025:2008 diterapkan di Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja, serta upaya-upaya yang telah dilakukan Balai terkait perbaikan dan pengembangan proses pelatihan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. Audit ini dilakukan dengan mengambil sampling pada Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan. Dari hasil audit ini auditor mengapresiasi Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja karena sampai saat ini masih secara konsisten dan berkelanjutan menjalankan Sistem Manajemen Mutu sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008. Dengan demikian sertifikasi SNI ISO/IEC 17025:2008 masih berlaku. Namun, auditor menyampaikan beberapa saran perbaikan untuk meningkatkan penerapan system manajemen SNI ISO/IEC 17025:2008. Sertifikasi ini bukanlah prestasi pengakuan dari pihak independen yang didapat dalam sekejap, tetapi ini merupakan hasil dari usaha yang dilakukan oleh semua unsur di Lingkungan Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja, baik di tingkat Pimpinan maupun di tingkat staff. Pelaksanaan surveillance berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, Tim audit melakukan pemeriksaan prosedur dan implementasi kesesuaian prosedur yang telah ditetapkan dalam klausul SNI ISO/IEC 17025:2008. Hasil surveillance yang disampaikan bahwa tidak ada kesalahan atau kelalaian prosedur yang bersifat mayor yang telah dilakukan Balai Hiperkes dan KK, sehingga sertifikasi masih berlaku hingga tahun 2018. rrn&rd/tu/hiperkes&kk
Disnakertrans dan PT. Angkasa Pura di Kampung Makaryo Jogja TV
Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura mengenai penyerapan SDM Bandara New Yogyakarta Air Port (NYIA) yang berada di Kulonprogo. Disnakertrans DIY melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan Bandara NYIA di Kulonprogo ini melalui media televisi yang bekerjasama dengan jogja TV. Pihak yang ikut serta dalam diskusi tersebut antara lain adalah Dinas tenaga Kerja DIY, Dinas tenaga kerja Kulonprogo dan PT Angkasa Pura. Diskusi yang dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta Bapak Andung Prihadi menjelaskan, dalam rangka menyiapkan ketenagakerjaan saat pra orasi dan pengoprasian NYIA di 2019, Dinas Tenaga Kerja telah menyiapkan banyak hal. Seperti penguatan tenaga kerja dari sisi skill, dan penguatan dari sisi profesionalitas. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kulonprogo Bapak Eko Wisnu Wardhana juga menegaskan bahwa Badan Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo menyediakan pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang akan meningkatkan skill sesuai kebutuhan Bandara NYIA di Kulonprogo. Pihak PT Angkasa Pura menjelaskan tentang penyerapan tenaga kerja di Bandara NYIA nantinya kurang lebih adalah 6.000 Orang. Bandara yang dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 600 ha tersebut akan memerlukan banyak tenaga kerja seperti Data entry, Cleaning Service, security. Dll. PT Angkasa Pura dan Dinas Tenaga Kerja akan menandatangani MOU terkait dengan kebutuhan tenaga kerja di Bandara NYIA tersebut. Diharapkan msyarakat Yogyakarta khususnya Kulonprogo juga bisa ikut berpartisipasi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Bandara NYIA nantinya. (Glh-Program)
Forum Group Discussion Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Yogyakarta melakukan koordinasi dengan Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Kota dalam acara koordinasi program kegiatan tahun 2017 dan rencana program kegiatan tahun 2018. Peserta yang menghadiri acara tersebut adalah perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kota Yogyakarta, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulonprogo, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, dan Perwakilan dari masing-masing Bidang di Dinas Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut menjadi salah satu cara untuk melakukan koordinasi antar Pegawai di Dinas Tenaga Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan arahan tentang pentingnya inovasi dibidang ketenagakerjaan, misalnya tentang kemajuan teknologi dan informasi. Program-program dan kegiatan ditahun berikutnya atau tahun 2018 diharapkan bisa mengikuti perkembangan teknologi dan informasi agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi lebih berinovasi. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulomprogo mengusulkan Aplikasi Data Pilah. Aplikasi Data Pilah tersebut memiliki alur Data dari sekolah ke Balai Dikmen untuk selanjutnya diteruskan ke Dinas Nakertrans. Aplikasi Data Pilah ini memiliki fokus untuk mengetahui Lulusan Sekolah Menengah Atas atau Menengah Kejuruan yang berminat kuliah tetapi tidak dapat melanjutkan, bekerja, wirausaha, atau yang mengikuti pelatihan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul lebih berfokus pada pengurangan Pengangguran. Selain itu pembahasan juga berlanjut pada persiapan Bandara New Yogyakarta International Airport. Bandara NYIA yang berada di Kulonprogo nantinya akan menyerap banyak tenaga kerja. Dinas Kabupaten Kota diharapkan mempersiapkan untuk Badan Latihan Kerja yang berada di masing-masing Kota untuk kebutuhan tenaga kerja di Bandara NYIA tersebut. (Glh-Program)
Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Paramedis
Balai Hiperkes dan KK Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan Perda DIY No.7 tahun 2002 mempunyai tugas diantara lain menyelenggarakan program pelatihan bagi paramedis perusahaan. Pelatihan bagi paramedis ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dalam bidang pengelolaan sistem manajemen K3 serta pengembangan ilmu Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Adapun materi program pelatihan bagi paramedis sebagai berikut : 1. Kebijakan pokok kementrian tenaga kerja dan transmigrasi dalam bidang Hiperkes dan Keselamatan Kerja 2. Peraturan perundangan dan standar yang berkaitan dengan Hiperkes dan Keselamatan Kerja. 3. Egronomi dan Fisiologi Kerja. 4. Gizi kerja dan produktifitas 5. Keselamatan Kerja dan pencegahan kecelakaan kerja 6. Higiene perusahaan faktor fisik 7. Higiene perusahaan faktor kimia 8. Kesehatan kerja dan pencegahan penyakit akibat kerja 9. Profesi paramedis di perusahaan 10. Sanitasi industri dan analisa dampak lingkungan 11. Psikologi kerja 12. Kesegaran jasmani dan produktifitas kerja 13. Kunjungan perusahaan 14. Pengelolaan makanan ditempat kerja 15. Tanggap darurat kebakaran ditempat keja 16. BPJS Ketenagakerjaan 17. Diskusi Instruktur berasal dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Balai Hiperkes dan KK, Fakultas Psikologi UGM, UNY, dan BPJS Ketenagakerjaan. Syarat pendaftaran peserta yaitu fotokopi ijazah terakhir 2 lembar (apabila sudah mengambil profesi Ners, diharap ijazah profesi dilampirkan) dan foto 3x4 background merah sebanyak 4 lembar. Pelatihan bertempat di Balai Hiperkes dan KK Jl.Ireda No.38 Yogyakarta. Informasi lebih lanjut hubungi Dra.Eko Nursanti 0813 2880 5316. (rrn/tu/hiperkesdankk)
Pelatihan MTU Menjahit Angkatan Pertama APBD 2017
Rabu 22 Maret 2017, di rumah Bapak Suwarto dusun Tanjung Karang RT 27/28 Patalan Bantul Yogyakarta terlihat ibu-ibu sedang sibuk menjahit. Ibu-ibu tersebut sedang menjahit baju dan rok kebaya yang akan mereka kenakan pada hari rabu 29 Maret 2017 pada saat penutupan pelatihan MTU (Mobile Training Unit) Menjahit di desa Patalan Bantul. Pelatihan MTU (Mobile Training Unit) di desa Tanjung Karang Patalan Bantul ini diadakan oleh Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta dengan anggaran APBD tahun 2017. Pelatihan ini diselenggarakan mulai tanggal 16 Februari 2017 sampai dengan 29 Maret 2017, yang diikuti oleh 20 orang peserta dari desa tersebut. Pelatihan yang pernah diajarkan dalam proses pelatihan tersebut antara lain celana hawai, rok, blus, kebaya, hem dan celana panjang. Ibu Aswatin salah satu peserta pelatihan berharap bisa membuka usaha menjahit sendiri setelah pelatihan selesai. Pelatihan MTU Menjahit ini juga diselenggarakan di Ngemplak Srimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta. (fe/tu/blkpp)
Pelatihan MTU Pengolahan Makanan Angkatan Pertama APBD 2017 di Sewon Bantul
Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pelatihan MTU (Mobile Training Unit) Pengolahan Makanan di Malangjiwan Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Pelatihan dimulai dari tanggal 16 Februari 2017 sampai dengan 29 Maret 2017 jam 09.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Pelatihan MTU Pengolahan Makanan ini diikuti oleh 20 orang ibu-ibu rumah tangga di dusun tersebut. Dengan adanya pelatihan ini peserta merasa senang karena bisa menambah ilmu dan bisa mencoba jenis olahan makan yang baru. Dalam sehari mereka dapat mencoba 1 sampai 3 jenis olahan makanan. Dari sisa bahan yang tidak digunakan, mereka bisa mengkreasikan jenis olahan baru, semisal putih telur yang tidak dipakai bisa dijadikan cream untuk isi kue sus. Menurut Ibu Desi Irmawati salah satu peserta pelatihan jenis olahan makanan yang diajarkan yaitu pastel, brownis, kue lopis, choco chips, kue sus, cupcake, kue talam, molen banana, pizza, ayam betutu, ayam panggang klaten, ayam lengkuas, ayam teriyaki pempek dan masih banyak lagi. Setelah pelatihan pengolahan makanan ini selesai, diharapkan ibu-ibu peserta pelatihan dapat membuka usaha semisal catering. Dengan peralatan pelatihan yang diberikan pada peserta, maka usaha mandiri tersebut dapat berkembang di kelurahan/desa setempat. (fe/tu/blkpp)
Pelatihan MTU Pengolahan Makanan Angkatan Pertama APBD 2017 di Trirenggo Bantul
Dihari yang cerah di rumah salah satu warga yang dekat persawahan dengan semilir angin, terlihat ibu-ibu yang sedang berkumpul membuat ayam teriyaki. Ibu-ibu ini tengah mengikuti pelatihan MTU (Mobile Training Unit) yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta di dusun Gandekan Trirenggo Bantul Yogyakarta. Pelatihan ini dimulai dari tanggal 16 Februari 2017 sampai dengan 29 Maret 2017. Dari jam 09.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang ibu-ibu rumah tangga dari dusun Gandekan Trirenggo Bantul. Jenis olahan makanan yang diajarkan yaitu kue sus, kue lapis, choco chips, cupcake, pastel, kue talam, brownis, molen banana, pizza, ayam panggang klaten, ayam lengkuas, ayam betutu, ayam teriyaki, pempek dan masih banyak lagi. Setelah pelatihan pengolahan makanan ini selesai, diharapkan ibu-ibu peserta pelatihan dapat membuka usaha semisal catering. Dengan peralatan pelatihan yang diberikan pada peserta, maka usaha mandiri tersebut dapat berkembang di kelurahan/desa setempat. (fe/tu/blkpp)